For The Sake of This Country

•December 6, 2007 • Leave a Comment

Lebaran ini kulihat beberapa omen yang membuatku
menyadari bahwa kita harus terus berusaha membangun bangsa
ini menjadi bangsa yang lebih baik. Dan jangan pernah menyerah.
Jangan menjadi seseorang yang apatis dan terbawa arus materialisme.
Apapun atau seberapa kecil usaha kita, sedikit banyak berpengaruh terhadap bangsa ini
atau orang lain.
So do not be an apatic person.

Bangsa ini sudah terbawa ke arus materialisme.
Bangsa ini sudah terdidik money is everything.
nggak perlu berpikir terlalu jauh, asal ada uang no problem.

Kadang kulihat terdapat pembodohan,
kalo kondisi Indonesia sekarang ini
memang sudah seharusnya seperti ini.
Aku lihat banyak anak2 putus sekolah di daerah,
Banyak Gelandangan di pinggir jalan.
Imagine kalo uang korupsi di negara ini dikumpulkan.
semua warga negara ini pasti dapat hidup layak.
Terkadang kita sebagai warga negara apatis.
ah cuman sedikit aja korupsinya,
ah bukan karena aku nggak korupsi negara ini jadi kaya,
so is Ok kan cuman dikit.

Bisa bayangkan dari sedikit dikali sekian banyak orang.
Belum terhitung yang memang koruptor kelas kakap.
dan belum terhitung pemiskinan negeri ini dengan menjual sumber daya alam
dan menjual kekayaan negeri ini ke perusahaan tambang luar.

aku berpikir selama kita masih bisa berusaha dan memberi,
kita lakukan apa yang bisa kita lakukan,
kita beri apa yang bisa kita beri.
besar atau kecil yang kita lakukan dan yang kita beri bukan masalah.
Coz kita dinilai bukan dari apa yang kita beri dan yang kita lakukan,
tetapi kita dinilai dari daya dan upaya yang kita berikan.

So for you Guys out there, do not be apatic.
our effort is nothing compared what this country already gave to us.
so do not stop doing something for this country.
if not us who else.

Best Regards

pikiranku

•September 28, 2007 • Leave a Comment

Malam teman,

Apa kabarmu sekarang, semoga kau selalu baik-baik saja disana,

ku lelah sekali berlari bersama dunia, berlari bersama mimpiku. Mengejar idealisme yang semoga terwujud, mengejar peningkatan pembangunan diriku dan negeri ini. Lelah sekali, serasa tak berasa lagi tubuhku disini, pikirku ntah pergi kemana dan belum kembali di sini. Ku tak tau apa yang ku mau, semuanya serasa berbaur dalam irama waktu, saling melompat dan menerjang jalur pikiranku. ku hanya menghabiskan waktu dan menjalani waktu. ku hanya berusaha untuk hadir di setiap waktuku. kurasa sudah cukup sampai disini ku menunggu mu.

Sampai bertemu kembali pikiranku.